KATEKISMUS GEREJA KATOLIK PDF

Katekismus Gereja Katolik (bahasa Inggris: Catechism of the Catholic Church), atau biasa disingkat KGK, adalah suatu katekismus yang dipergunakan dalam. informasi iman katolik,kitab suci online,membaca homili,Forum diskusi agama Gereja Kitab Suci Apologetik Artikel Forum Kontak Cari 3mkai films · katolik. Katekismus Gereja Katolik: Prolog. “Bapa inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar.

Author: Murg Zulucage
Country: Maldives
Language: English (Spanish)
Genre: Career
Published (Last): 5 September 2009
Pages: 293
PDF File Size: 17.47 Mb
ePub File Size: 8.66 Mb
ISBN: 772-7-34127-893-7
Downloads: 80702
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Zujora

Mengasihi Sesama Ibu Theresa dari Calcuta.

Katekismus

Keempat sifat ini, yang tidak boleh dipisahkan1 satu dari yang lain, melukiskan ciri-ciri hakikat Katkismus dan perutusannya. Gereja tidak memilikinya dari dirinya sendiri. Ia memanggilnya supaya melaksana-kan setiap sifat itu. Hanya iman dapat mengakui bahwa Gereja menerima sifat-sifat ini dari asal ilahinya.

Namun akibat-akibatnya dalam sejarah merupakan tanda yang juga jelas mengesankan akal budi manusia. Seperti yang dikatakan Konsili Vatikan 1, Gereja “oleh penyebar-luasannya yang mengagumkan, oleh kekudusannya yang luar biasa, dan oleh kesuburannya yang tidak habis-habisnya dalam segala sesuatu yang baik, oleh kesatuan katoliknya dan oleh kestabilannya yang tak terkalahkan, adalah alasan yang kuat dan berkelanjutan sehingga pantas dipercaya dan satu kesaksian yang tidak dapat dibantah mengenai perutusan ilahinya” DS Gereja yang satu “Rahasia kudus kesatuan Gereja” UR 2 Gereja itu satu menurut asalnya.

Gereja itu satu menurut Pendiri-Nya. Gereja itu satu menurut jiwanya. Dengan demikian, kesatuan termasuk dalam hakikat Gereja: Satu adalah Bapa segala sesuatu, juga satu adalah Logos segala sesuatu, dan Roh Kudus adalah satu dan sama di mana-mana, dan juga ada hanya satu Bunda Perawan; aku mencintainya, dan menamakan dia Gereja” Klemens dari Aleksandria, paed.

Namun sejak awal, Gereja yang satu ini memiliki kemajemukan yang luar biasa. Di satu pihak kemajemukan itu disebabkan oleh perbedaan anugerah-anugerah Allah, di lain pihak oleh keanekaan orang yang menerimanya.

Dalam kesatuan Umat Allah berhimpunlah perbedaan bangsa dan budaya. Di antara anggota-anggota Gereja ada keaneka-ragaman anugerah, tugas, syarat-syarat hidup dan cara hidup; “maka dalam persekutuan Gereja selayaknya pula terdapat. Gereja-gereja khusus, yang memiliki tradisi mereka sendiri” LG Kekayaan yang luar biasa akan perbedaan tidak 1 Bdk. Karena itu santo Paulus harus menyampaikan nasihatnya, “supaya memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” Ef 4: Terutama cinta, “ikatan kesempurnaan” Kol 3: Tetapi kesatuan Gereja penziarah juga diamankan oleh ikatan persekutuan yang tampak berikut ini: Sesudah kebangkitan-Nya, Penebus kita menyerah-kan Gereja kepada Petrus untuk digembalakan.

Ia mempercayakannya kepada Petrus dan para Rasul lainnya untuk diperluaskan dan dibimbing Gereja itu, yang di dunia ini disusun dan diatur sebagai serikat, berada dalam [subsistit in] Gereja Katolik, yang dipimpin oleh pengganti Petrus dan para Uskup dalam persekutuan dengannya LG 8.

Dekrit Konsili Vatikan II mengenai ekumene menyatakan: Sebab kita percaya, bahwa hanya kepada Dewan Para Rasul yang diketuai oleh Petruslah Tuhan telah mempercayakan segala harta Perjanjian Baru, untuk membentuk satu Tubuh Kristus di dunia. Dalam Tubuh itu harus disatu-ragakan sepenuhnya siapa saja, yang dengan suatu cara telah termasuk Umat Allah” UR 3.

  KAMIGAWA CYCLE PDF

Dalam abad-abad sesudahnya timbullah pertentangan-pertentangan yang lebih luas lingkupnya, dan jemaat-jemaat yang cukup besar terpisahkan dari persekutuan sepenuhnya dengan Gereja Katolik, kadang-kadang bukannya tanpa kesalahan kedua pihak” UR 3. Perpecahan-perpecahan yang melukai kesatuan Tubuh Kristus perlu dibedakan di sini bidah, apostasi, dan skisma ,2 tidak terjadi tanpa dosa manusia: Di mana ada kebajikan, di situ ada kesepakatan, di situ ada kesatuan; karena itu semua umat beriman bersatu hati dan bersatu jiwa” Origenes, hom.

Gereja Katolik merangkul mereka dengan sikap bersaudara penuh hormat dan cinta kasih Sungguhpun begitu, karena mereka dalam Baptis dibenarkan berdasarkan iman, mereka disatu-ragakan dalam Kristus.

Oleh karena itu mereka memang dengan tepat menyandang nama Kristen, dan tepat pula oleh putera-puteri Gereja Katolik diakui selaku saudara-saudari dalam Tuhan” UR 3. UR 2; LG Tambahan lagi di luar tapal batas Gereja Katolik yang kelihatan “ditemukan banyak unsur pengudusan dan kebenaran” LG 8: Roh Kudus mempergunakan Gereja-gereja dan persekutuan-persekutuan gerejani ini sebagai sarana demi keselamatan. Kekuatannya berasal dari kepenuhan rahmat dan kebenaran, yang Kristus percayakan kepada Gereja Katolik.

Semua hal ini berasal dari Kristus, mengantar menuju Dia2 dan dengan sendirinya “mendorong ke arah Katekkismus katolik” LG 8. Kita percaya, bahwa kesatuan itu tetap lestari terdapat dalam Gereja Katolik, dan berharap, agar kesatuan itu dari hari ke hari bertambah erat sampai kepenuhan zaman” UR 4. Kristus selalu kxtolik kepada Gereja-Nya anugerah kesatuan, tetapi Gereja harus terus-menerus katkeismus dan bekerja untuk mempertahankan, memperkuat dan menyempurnakan kesatuan yang Kristus kehendaki untuk dia.

Karena itu, Yesus sendiri berdoa pada saat kesengsaraan-Nya dan selalu kepada Bapa-Nya demi kesatuan murid-murid-Nya. Kerinduan untuk memulihkan kesatuan semua orang Kristen adalah satu anugerah Kristus dan satu panggilan Roh Kudus.

Untuk menjawab panggilan secara tepat, dibutuhkan: Tetapi orang harus sadar juga, “bahwa maksud yang suci untuk mendamaikan segenap umat Kristen menjadi satu dalam Gereja Kristus yang satu dan tunggal melampaui daya 1 Bdk.

Oleh karena itu konsili menaruh harapan sepenuhnya pada doa Kristus bagi Gereja, pada cinta kasih Bapa terhadap kita, dan pada kekuatan Roh Kudus” UR Versi Bahasa Inggris Read the Catechism: The Profession of Faith 26 – The Profession of the Christian Faith – I Believe in the Holy Spirit – The Church does not possess them of herself; it is Christ who, through the Holy Spirit, makes gerejq Church one, holy, catholic, and apostolic, and it is he who calls her to realize each of these qualities.

But their historical manifestations are signs that also speak clearly to human reason. As the First Vatican Council noted, the “Church herself, with her marvelous propagation, eminent holiness, and inexhaustible fruitfulness in everything good, her catholic unity and invincible stability, is a great and perpetual motive of credibility and an irrefutable witness of her divine mission.

What an astonishing mystery!

There is one Aktekismus of the universe, one Logos of the universe, and also one Holy Spirit, everywhere one and the same; there is also one virgin become mother, and I should like to call her “Church.

  IXYS DSE160-12A PDF

Within the unity of the People of God, a multiplicity of peoples and cultures is gathered together. Among the Church’s members, there are different gifts, offices, conditions, and ways of life.

Yet sin and the burden of its consequences constantly threaten the gift of unity. And so the Apostle has to exhort Christians to “maintain the unity of the Spirit in the bond of peace.

Above all, charity “binds everything together in perfect harmony. This Church, constituted and organized as a society in the present world, subsists in subsistit in the Catholic Church, which is governed by the successor of Peter and by the bishops in communion with him. It was to the apostolic college alone, of which Peter is the head, that we believe that our Lord entrusted all the gerejq of the New Covenant, in order to establish on earth the one Body of Christ into which all those should be fully incorporated who belong in any way to the People of God.

Catechism of the Catholic Church – PART 1 SECTION 2 CHAPTER 2 ARTICLE 7

But in subsequent centuries much more serious dissensions appeared and large communities became separated from full communion with the Catholic Church — for which, often katfkismus, men of both sides were to blame. Where there are sins, there are also divisions, schisms, heresies, and disputes.

Where there is virtue, however, there also are harmony and unity, from which arise the one heart and one soul of all believers. All who have been justified by faith in Baptism are incorporated into Christ; they therefore have a kayolik to be called Christians, and with good reason are accepted as brothers in the Lord by the children of the Catholic Church. All these blessings come from Christ and lead to him, and are in themselves calls to “Catholic unity.

This unity, we believe, subsists in the Catholic Church as something she can never lose, and we hope that it will continue to increase until the end of time. This is why Jesus himself prayed at the hour of his Passion, and does not cease praying to his Father, for the unity of his disciples: As you, Father, are in me and I am in you, may they also be one in us, Diposting oleh Saulus Paschalius di Kirimkan Ini lewat Email BlogThis!

The Profession of Faith 26 – Section2: The Profession of the Christian Faith – Chapter3: I Believe in the Holy Spirit – Article9: